Tuesday, June 12, 2018

Mencari Berkah dan Pahala Ramadhan, TAC Surabaya Gelar Baksos dan Berbagi bersama Yatim Piatu

Mencari Berkah dan Pahala Ramadhan, TAC Surabaya Gelar Baksos dan Berbagi bersama Yatim Piatu


Bulan Ramadhan merupakan momentum meraih keberkahan dan pahala.

Masyarakat berlomba untuk melakukan kebaikan dengan saling berbagi dan beribadah.
Di bulan yang penuh barokah ini bikers TAC Surabaya tampak semakin kompak dalam berbuat kebaikan.

Salah satunya bisa dilihat dari kegiatan 'Bhakti Sosial di Bulan Ramadhan 2018' ini.

Ini adalah kegiatan positif yang dilakukan oleh TAC Surabaya.



Secara kompak mereka melakukan acara santunan yatim piatu di desa Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu lalu (3/6/2018).
Acara ini diantaranya diikuti anggota TAC Surabaya dan Warga Setempat.

Mereka semua berbaur bersama memberikan santunan dan berbagi kebahagiaan pada para yatim piatu dan Para Janda Yang Tidak Mampu.
Selain acara santunan, acara dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama.
Semoga kekompakan ini terus terjalin.

Mengenal Teknologi Ban RFT


Jakarta - Teknologi ban mobil saat ini semakin canggih. Pabrikan ban sudah menghadirkan ban mobil yang tidak memerlukan ban serep. Ban itu sering dikenal sebagai Run Flat Tire (RFT). Apa sih ban RFT itu?

Ban RFT sekarang lebih populer. Beberapa pabrikan mobil mewah, menghadirkan ban jenis itu sehingga tidak perlu lagi mobil menggendong ban serep berat-berat.

Dikutip dari laman resmi Bridgestone, RFT adalah ban yang tahan digunakan meski sudah bocor. Artinya, Anda tetap bisa menjalankan mobil meski ban dalam keadaan kempis atau bocor. Jadi, pengendara bisa berjalan dengan aman sampai ke bengkel untuk mengganti ban atau setidaknya menuju tempat yang lebih aman.

Baca juga: Mobil Tanpa Ban Serep Sudah Bisa Lolos Uji Tipe, Ini Syaratnya


Meski begitu, saat ban RFT sudah bocor, pengendara tak bisa tetap membawa mobil ngebut-ngebut. Ban RFT punya batas tertentu seberapa cepat bisa dipacu setelah bocor. Misalnya, ban RFT dari Bridgestone tetap bisa digunakan apabila tekanan angin berkurang atau hilang sama sekali hingga jarak 80 km dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.

Karena terbatasnya kecepatan dan jarak maksimal itu, penting bagi pengendara tahu kondisi ban (kalau ban tertusuk paku atau bocor). Makanya, mobil yang pakai ban RFT perlu dibekali fitur tire-pressure monitoring system (TPMS) atau sistem pemantau tekanan ban. Fitur itu berfungsi untuk mendeteksi dan memberi informasi perubahan tekanan angin ban. Kalau tekanan angin ban RFT kosong, sistem akan memberikan informasi langsung ke pengemudi melalui layar MID atau layar head unit.

Baca juga: Nissan Elgrand Digugat Soal Ban Serep, DPR Harus Berkala Ubah UU


Tanpa TPMS, pengendara tidak bisa membawa mobil dengan ban RFT. Sebab kalau ban sudah bocor dan tekanan angin kosong sementara pengendaranya tidak sadar akan kondisi ban tersebut, maka bisa menyebabkan ban jadi rusak kalau dijalankan seperti normal.

Dilansir laman Micks Garage, saat kondisi normal, RFT bekerja seperti ban pada umumnya. Ban tetap mengandung angin dengan tekanan yang sesuai. RFT disebut bisa mengurangi bahaya ban meledak. Karena, ban RFT punya konstruksi dinding yang unik sehingga lebih kuat meski tekanan angin berkurang.
Sumber : https://oto.detik.com/mobil/d-4059338/mengenal-teknologi-ban-rft-yang-tak-butuh-ban-serep